yuladu iimanan , wayahya imanan , wayamutu iimanan

May 9, 2014

Keikhlasan SANG SUAMI

Filed under: Uncategorized — raeni @ 12:38 pm

Al Kisah

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya…

View original post 635 more words

April 26, 2014

They are not! :)

Filed under: aufklarung — raeni @ 2:36 pm

you know what?
i feel so blessed when i know that they’re not made for me. it makes me free from these annoying feeling who actually be the wrong one! xD
and i’m feeling thankful to Allah when i realize that it gives me power, added my patience, and yeaahh YOU know it so well rather than me!:))
you makes my days more meaningful.
more calm to face any situation.
Thanks for all, my Robb.
You knows everything good for me, You’re the only lovely One 🙂

November 28, 2012

the 2nd times I got the real “folinloff”

Filed under: Uncategorized — raeni @ 9:16 pm

haha.. rasanya lucu juga. pengennya sih ga mau mikirin “cinta2an” lagii. ga mau GALAU GALAU lagii >.<!
tapi apa mau dikata.. Dia yang memberikan rasa itu..
dan aku harap rasa ini HILANG! Ya, Hilang seketika bila someone yg sekarang ini bukanlah pilihan-Mu untukku.
aku rela kehilangan rasa itu saat ini juga.. asalkan ia benar2 bukan jodohku.
asalkan Kau benar2 sedang menyiapkan yang terbaik untukku, Ya Rabbi :’)
jangan biarkan aku terlena lagi,, jangan biarkan aku berbuat kesalahan lagi Ya Alloh..

ampuni aku yang selalu memikirkan ia melebihi DIRI-MU.. padahal ia belum tentu milikku 😥 atau mungkin memang bukan untukku.
berikanlah aku jalan-Mu yang lurus Ya Alloh.. tetapkanlah cintaku hanya kepada-Mu, melebihi siapapun..
agar jalan yang ku tempuh selalu Engkau ridhoi. agar aku selalu tenang menapaki lika liku hidup ini dengan Petunjuk-Mu..

Ya Alloh Dzat yang membolak balikkan hatiku,, TETAPkanlah Hatiku pada Agama-MU..
Aamiiin :’)

April 10, 2012

kutuliskan sebuah rasa..

Filed under: aufklarung — raeni @ 6:53 am

cinta,,
ini bukan tentang sebuah kebodohan,
tapi ini tentang rasa, rasa keikhlasan..

cinta,,
ini bukan tentang menutup mata,
tapi lebih dari sekedar menutup hati dari rasa egois..

Ya, jangan pikir ini sebuah kesalahan,
pernah mencintai adalah sebuah keindahan, rasa menyayangi itu menentramkan jiwa,
menyejukkan setiap apa yang dipandang..

sayang, bukan aku buta akan cinta,
tapi aku belajar untuk dewasa, belajar untuk menerima bahwa cintaku bukanlah sekedar egoisme belaka.

Ya, cinta telah mengajarkan aku bahwa
“Cinta itu tidak bisa dipaksa, sekalipun begitu kuat usahamu untuk meraih cintanya,
sekalipun kau memohon kepada-Nya. tak akan pernah ada cinta jika DIA tak menghendakinya untukmu”
kamu tak bisa memaksanya untuk mencintaimu sedangkan ia begitu mencintai orang lain,
kamu tak bisa memaksanya untuk bersamamu sedangkan keadaan tak bisa menyetujuimu untuk bersamanya.

kamu harus sadar, bahwa karenanya kamu telah belajar akan arti sebuah ketulusan, arti sebuah keikhlasan.
kamu harus berterima kasih dengan cinta,
dan kamu juga harus tetap TERSENYUM untuk menyambut cinta yang telah DIA takdirkan untukmu.. 🙂

semoga bermanfaat dan barokah 😉 aamiin..

October 16, 2011

Aku Rindu…

Filed under: Uncategorized — raeni @ 10:50 am

Yaa Alloh.. aku tak mau seperti ini terus,
rasa hati yang begitu hampa, hampa, dan sangat hampa..
menyiksaku, sangat menekan batinku..
seolah aku mayat yang hidup, yang tak bisa merasakan indahnya dunia karna-Mu..
aku Rinduuu,, sangat teramat rindu padamu-Mu..

maaf, maaf terus menerus dariku.
seringkali aku merasa bodoh karna tak memperdulikan-Mu,
tapi jujur, aku hampa tanpa-Mu,
rasanya tak ada gairah hidup ketika aku jauh dari-Mu.
maka Yaa Robb. tetapkanlah aku di sisi-Mu,
usaplah jiwa dan ragaku dengan kasih sayang-Mu,
agar aku selalu merasa tentram,
agar aku marasakan damai, agar jiwaku bahagia,
aku rindu pada-Mu, Yaa Robb..

Yaa Alloh, rasanya aku malu tak terhingga ketika aku sadar bahwa aku sendirilah yang menyebabkan jauh dari-Mu,
akulah yang terlalu lalai utk mendapatkan rahmat-Mu,
akulah yang terlalu cuek utk bisa dekat dengan-Mu,
akulah yang mulai sombong, akulah yang telah melupakan-Mu selama ini,
akulah yang telah dengan mudah terpengaruh bisikan-bisikan syetan dan hawa nafsuku sendiri.
padahal aku tahu, Yaa Robb.. aku sadar bahwa tak ada yang bisa membahagiakan di dunia ini selain dekat dengan-Mu,
tak ada pula yang bisa memberikan kebagiaan seutuhnya di dunia dan di akhirat selain kasih sayang-Mu,,
aku rindu, aku teramat rindu, Yaa Alloh..

jangan pernah biarkan aku jauh dari-Mu Yaa Robb,
biarkanlah aku selalu dekat dengan-Mu, di sisi-Mu,
tetapkanlah dan kuatkanlah keimanan serta kepahaman di dalam diriku ini,
tingkatkanlah rasa syukur dan kecintaan ku pada-Mu setiap detik nafasku,

aku cinta,, aku rindu pada-Mu Ya Alloh.. jauh di dalam lubuk hatiku,
dan aku yakin kau pasti tahu
sebab hanya Engkaulah yang Maha Tahu atas tiap-tiap keadaannya hati..

Yaa Alloh, doaku, pintaku,
semoga Engkau selalu memberikan kebahagiaan serta kebaikan dunia dan akhirat
untuk aku, keluarga ku, dan seluruh saudara jamaah..
lindungilah kami, berilah kami kesehatan dan umur yang bermanfaat dan barokah,
berilah kami selalu aman selamat lancar dan barokah dalam setiap urusan kami,
lindungilah kami dari siksa kubur, matikanlah kami dalam keadaan husnul khotimah.
sayangilah kami selalu dengan rahmat-Mu..
AAMIIN.. Yaa Robbal ‘Aalamiin.. :’)

Aku Rindu pada-Mu, Yaa Alloh..

October 4, 2011

WS Rendra – Makna Sebuah Titipan

Filed under: aufklarung — raeni @ 5:03 pm

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:
“aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan
menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Parodi – Catatan Akhir Minggu

Filed under: aufklarung — raeni @ 5:00 pm

Saya tergugah ketika sebuah artikel tentang ‘kepalsuan kasih’ saya baca di sebuah harian umum terkemuka. Sebuah kenyataan yang sering kita temui sehari-hari ketika kita menyatakan ungkapan kasih pada seseorang yang telah berkorban untuk diri kita. Atau mengikatkan diri pada sebuah hubungan persodaraan berdasarkan besarnya jasa yang telah seseorang berikan pada kita. Atau ungkapan terima kasih yang tiba-tiba harus kita berikan pada seseorang yang telah terlebih dahulu berkorban untuk kita, sementara jauh-jauh sebelumnya kita sama sekali tidak tergugah untuk memperhatikannya bahkan mengenalnya lebih dekat.

Berikutnya dalam artikel tersebut kita dihimbau untuk :
1. Mencintai sesama dengan hati yang bersih, tanpa ada alasan apapun. Kasihilan tanpa kondisi tertentu, jangan mengasihi karena orang terlebih dahulu mengasihi kita. Jangan mengasihi dengan berpura-pura
2. Tidak tiba-tiba mau mengenal orang dan mencoba mengasihi setelah mereka memberi pengorbanannya untuk kita. Mengasihi bukan bentuk lain dari terima kasih, kita ditolong atau tidak, kita harus tetap mengasihi. Tidak mudah memang, kecuali bila kita bisa menghilangkan keakuan kita, menempatkan oranglain dahulu dan bukan diri kita, dan bila kita bisa berprilaku sebagai pelayan, bukan sebagai tuan
3. Sebaiknya mulai memahami dan menerima ajaran untuk mengasihi musuh kita …. Banyak pihak yang mengatakan “It’s a Must”
4. Tidak membayar seseorang agar kita dikasihi, apalagi hanya untuk beberapa menit saja
5. Menyadari bahwa Kasih itu tidak menyakitkan orang lain
Point terakhir menarik perhatian saya, yang mungkin bahkan harus saya renungkan lebih jauh lagi …

Bahwa Kasih itu tidak menyakiti orang lain … bahwa kasih itu adalah tetap berkonteks pada ‘kedamaian’ dan ‘kebesaran jiwa’ … dan bahwa kasih itu adalah bentuk lain dari kesucian hati kita terhadap orang lain.

Hal yang mana sangat tidak mudah kita jalani … karena tepat ketika kita menyatakan kita mengasihi seseorang, beberapa prilaku lain juga mengikuti kita .. seperti bagaimana kita menuangkan bentuk kasih kita dalam sikap-sikap protektif, posesif dan lain sebagainya … yang sering kita lakukan dengan mengatasnamakan kasih.

Saya menjalani banyak waktu dimana saya harus bercermin dan belajar banyak bagaimana cara mengasihi… dimana juga, saya sempat merasa kesulitan untuk mencari guru sehingga saya dapat belajar dengan baik … hal ihwal yang seharusnya tidak perlu menjadi alasan mengapa pada akhirnya saya harus menyakiti orang lain karena pencarian saya mendapati jalan buntu.. karena toh biar bagaimana pun manusia dilahirkan untuk dapat belajar sendiri dan bekerja keras untuk menemukan sisi bijak dalam dirinya.

Kenyataannya, ternyata saya menyakiti beberapa pihak sehubungan dengan komitmen saya terhadap kasih yang saya berikan pada mereka. Saya menyatakan betapa saya mengasihi, namun saya memaksa mereka menangis karena saya dibuat nangis oleh mereka, atau .. saya mengucapkan berulang-ulang bahwa saya mencintai mereka, namun saya membuat mereka sedih karena mereka mengecewakan saya …. Atau, saya memeluk mereka dengan berapi-api dalam gairah kasih dan cinta, tapi saya membawa kemarahan buat mereka karena mereka menolak cara saya mengasihi mereka….

Kemudian, jika reaksi mereka terhadap apa yang saya lakukan telah berdampak, tiba-tiba saja saya merasa tidak disayangi dan saya totally merasa sendirian …. Lalu pada akhirnya, saya merasa sia-sia untuk mencintai mereka ….

Hmmm, parody article itu sangat mengena buat saya ….
Saya secara bersamaan merasakan kejanggalan sikap yang selama ini saya anggap lebih benar dari sikap siapapun itu yang berada di sekeliling saya … Kalo ternyata saya salah kaprah dengan arti kata “mencintai” dan “mengasihi” … saya sungguh2 merasa menyesal untuk itu ….

Ada sebuah cakrawala maha besar yang terbentang di depan saya dalam kurun waktu beberapa tahun ini –seperti yang saya bilang sebelumnya-, saya benar-benar diajarkan oelh seorang guru yang saya temukan tanpa sengaja…

Arti mengasihi dengan sepenuh jiwa begitu nyata dihadirkan, arti mencintai dalam damai dan tenggang rasa tidak henti-hentinya diperlihatkan, arti besarnya sayang tanpa mengharapkan timbal balik pun diajarkan betul pada saya .. dan bahwa kalo benar kita mencintai siapapun, juga artinya adalah tidak menyakiti siapapun itu ….. saya memang diajarkan untuk itu …

Masalahnya, adalah sangat tipis perbedaan dari kata mengasihi dan menyakiti … kita, atau paling tidak saya, sering terkelabui dan tersamarkan bila saya menyakiti seseorang dengan dalih saya melakukannya karena saya mengasihinya …

 

By Ranie Dewiyanti

November 18, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — raeni @ 12:46 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Create a free website or blog at WordPress.com.